mie nya enak buanget pengen nambah terus ~ Angelina Sondakh
Ealah, coretan tangan dari si mbakyu ginuk-ginuk anggota DPR yang terhormat itu, kami temukan di dinding sebuah rumah makan, di tengah perjalanan antara Semarang ke Dieng. Tepatnya di Mie Ongklok, di Jalan Achmad Yani, Wonosobo.
Sumpah, kami belum pernah dengar tentang makanan atau tempat ini sebelumnya. Ceritanya waktu itu jam 3 sore, di jalan ketemu tempat yang kelihatan rame, lalu mampir.
Mencari makanan enak dengan modus "langsung sergap" (ala petualang2 kuliner) seperti ini bukan gayanya SuamIstri. Paling tidak biasanya kami akan baca/dengar referensi tentang suatu tempat dengan makanannya terlebih dulu, baru diserbu. Tapi kali itu, apa boleh buat, lapar sudah memanggil.
Jujur: mie ongklok, menurut lidah kami, tidak istimewa. Di lidah Angie, mungkin bisa beda. Tak heran kalau akhirnya si mbak itu "pengen nambah terus" dan menjadi ginuk-ginuk itu tadi.
Mie ini seperti mie rebus biasa, pada umumnya. Mungkin yang agak unik, kita disarankan memakannya ditemani seporsi sate ayam. Kombinasi makanan itu bisa kita anggap saja begini: suatu hari kita makan nasi dan sate, eh ternyata tukangnya jualan mie juga. Atau pesan mie rebus terus dimakan pakai nasi, mmm... kayaknya enak juga ya kalau nyegat tukang sate. Atau, "Mas! Pesen nasi satu, lauknya mie dan sate!" Halah, malah jayus.
Mungkin testimoni yang satu ini, lebih netral.
Mie Ongklok Nyam2... & Kueenntaall ~ Mario Lawalata
Sebenarnya masih ada testimoni2 lain yang terpasang di dinding. Kebanyakan dari mereka yang sering dinamakan orang sebagai artis2 ibukota. Tapi kami tidak terlalu perhatikan lantaran mata kami keburu tertumbuk kepada deretan almanak yang dipasang berjejer di dinding. Dalam perhitungan Suami, totalnya 15 buah. Ada almanak yang dari toko emas, kepolisian, tentara, leveransir, pabrik mie, suplier tepung, dsb.
Hmmm, bisa jadi itulah cara si pemilik rumah makan untuk menghargai hadiah dari orang lain. Seluruh kalender pemberian, kenang-kenangan, (atau bisa juga menjadi tanda bukti telah menyumbang) dipajang di dinding.
Oya, maap, hampir lupa. Mumpung zamannya tren wisata kuliner, dan pemunculan blog2 yang genit berusaha meriviu makanan2 seantero jagat, SuamIstri juga merasa harus tidak perlu malu untuk memajang gambar mie ongklok yang sudah menjadi ciri khasnya Wonosobo itu.
Entah, apa sebenarnya arti dari kata ongklok. Ada yang tau?
20 Juli 2007
Lagi Jalan Ketemu "Ongklok"
Diposting oleh
SuamIstri
pada jam
11.54
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar